Buku Otobiografi Sir Alex Ferguson
Berita Sepakbola - Buku Otobiografi Sir Alex Ferguson. Sir Alex Ferguson mengungkapkan banyak hal pada buku otobiografinya yang baru dirilis. Banyak yang kena 'hairdryer treatment' di buku itu: mulai dari eks pemainnya sampai pihak lawan.
'Hairdryer Treatment' sendiri merupakan istilah yang muncul berdasarkan kebiasaan Sir Alex memarahi para pemainnya, jika mereka tampil buruk. Semprotan pria asal Skotlandia itu terkenal pedas sehingga para pemain yang pernah bermain di bawah arahannya memilih untuk menghindarinya.
Nah, bukan Sir Alex namanya jika tidak bicara blak-blakan. Kendati kini sudah pensiun, pria yang pernah menukangi Manchester United lebih dari dua dekade itu bikin penasaran dengan bukunya: My Autobiography.
Dalam buku tersebut, Sir Alex banyak mengungkapkan hal-hal kontroversial yang pernah berkembang di media selama karier kepelatihannya. Dia mengungkapkan masalahnya dengan Roy Keane, dia menceritakan bagaimana hubungannya dengan Ruud van Nistelrooy memburuk, dan juga menceritakan ulang bagaimana Wayne Rooney minta hengkang di akhir musim lalu.
Keane disebut Sir Alex membahayakan stabilitas tim dalam tahun-tahun terakhirnya di Old Trafford. Eks kapten asal Republik Irlandia itu mulai berani mengkritik teman sendiri, yang akhirnya membuat para pemain tidak nyaman. Pada akhirnya Sir Alex mengaku harus mengambil keputusan berat: Keane harus pergi.
"Dia harus pergi, Carlos," ungkapnya dalam buku tersebut, menirukan ucapannya kepada asisten manajernya ketika itu, Carlos Queiroz.
Pada lain kesempatan, Sir Alex juga menceritakan bagaimana Van Nistelrooy mengumpat kepadanya di bangku cadangan lantaran tidak dimainkan pada final Piala Carling tahun 2006. Van Nistelrooy akhirnya dijual ke Real Madrid sebelum musim 2006/2007 dimulai, kendati Sir Alex mengaku tidak berniat untuk melegonya pada awalnya.
'Hairdryer Treatment' sendiri merupakan istilah yang muncul berdasarkan kebiasaan Sir Alex memarahi para pemainnya, jika mereka tampil buruk. Semprotan pria asal Skotlandia itu terkenal pedas sehingga para pemain yang pernah bermain di bawah arahannya memilih untuk menghindarinya.
Nah, bukan Sir Alex namanya jika tidak bicara blak-blakan. Kendati kini sudah pensiun, pria yang pernah menukangi Manchester United lebih dari dua dekade itu bikin penasaran dengan bukunya: My Autobiography.
Dalam buku tersebut, Sir Alex banyak mengungkapkan hal-hal kontroversial yang pernah berkembang di media selama karier kepelatihannya. Dia mengungkapkan masalahnya dengan Roy Keane, dia menceritakan bagaimana hubungannya dengan Ruud van Nistelrooy memburuk, dan juga menceritakan ulang bagaimana Wayne Rooney minta hengkang di akhir musim lalu.
Keane disebut Sir Alex membahayakan stabilitas tim dalam tahun-tahun terakhirnya di Old Trafford. Eks kapten asal Republik Irlandia itu mulai berani mengkritik teman sendiri, yang akhirnya membuat para pemain tidak nyaman. Pada akhirnya Sir Alex mengaku harus mengambil keputusan berat: Keane harus pergi.
"Dia harus pergi, Carlos," ungkapnya dalam buku tersebut, menirukan ucapannya kepada asisten manajernya ketika itu, Carlos Queiroz.
Pada lain kesempatan, Sir Alex juga menceritakan bagaimana Van Nistelrooy mengumpat kepadanya di bangku cadangan lantaran tidak dimainkan pada final Piala Carling tahun 2006. Van Nistelrooy akhirnya dijual ke Real Madrid sebelum musim 2006/2007 dimulai, kendati Sir Alex mengaku tidak berniat untuk melegonya pada awalnya.
Hubungan mereka memburuk setelahnya. Sampai kemudian, pada suatu hari di tahun 2010, Van Nistelrooy meminta maaf lewat telepon.
Lalu, apa katanya soal Rooney? Sir Alex kembali menegaskan bahwa satu hari setelah United memastikan gelar juara liga ke-20, lewat kemenangan atas Aston Villa, Rooney mendatangi kantornya dan meminta dijual. Agen Rooney, Paul Stretford, pada saat yang sama juga mengontak bos United, David Gill.
Sir Alex kemudian tidak memainkan Rooney pada pertandingan terakhirnya di Old Trafford. Pada buku tersebut, Sir Alex menyebut bahwa Rooney tidak cukup fit sepanjang musim 2012/2013. Atas dasar itulah dia kerap tidak memainkannya pada laga-laga penting.
Di sisi lain, Sir Alex juga mengungkapkan penyesalannya melihat perkembangan karier David Beckham. Dia mengaku tidak pernah marah apalagi menaruh dendam kepada Beckham. Namun, melihat Beckham bersikap layaknya selebriti, dan membuatnya melupakan kerja keras di lapangan, benar-benar sesuatu yang sangat disayangkan pria berusia 71 tahun tersebut.
Pernah pada suatu waktu, para fotografer berkumpul hanya untuk menunggu seperti apa gaya rambut baru Beckham. Si pemain, yang ingin membuat kejutan, terus menyembunyikannya sepanjang latihan dengan topi kupluk --dan Sir Alex mengakui ini adalah hal tidak penting yang membuatnya kesal. Padahal, ketika itu Beckham tidak membuat gaya potongan rambut macam-macam. Dia hanya mencukur rambutnya hingga kepalanya botak saja.
Di antara banyak bab dalam buku tersebut, Sir Alex juga mengungkapkan kekesalannya terhadap FA yang disebutnya tidak segan-segan menghukum pemain United hanya untuk mencari popularitas belaka. Dia juga mengungkapkan bagaimana FA datang kepadanya dua kali dan memintanya untuk menjadi manajer timnas Inggris. Sir Alex, yang fanatik Skotlandia, mengaku tidak butuh waktu lama untuk menolaknya.
"Padahal saya punya kesempatan untuk menghancurkan Inggris," katanya berseloroh.
Lalu, apa katanya soal Rooney? Sir Alex kembali menegaskan bahwa satu hari setelah United memastikan gelar juara liga ke-20, lewat kemenangan atas Aston Villa, Rooney mendatangi kantornya dan meminta dijual. Agen Rooney, Paul Stretford, pada saat yang sama juga mengontak bos United, David Gill.
Sir Alex kemudian tidak memainkan Rooney pada pertandingan terakhirnya di Old Trafford. Pada buku tersebut, Sir Alex menyebut bahwa Rooney tidak cukup fit sepanjang musim 2012/2013. Atas dasar itulah dia kerap tidak memainkannya pada laga-laga penting.
Di sisi lain, Sir Alex juga mengungkapkan penyesalannya melihat perkembangan karier David Beckham. Dia mengaku tidak pernah marah apalagi menaruh dendam kepada Beckham. Namun, melihat Beckham bersikap layaknya selebriti, dan membuatnya melupakan kerja keras di lapangan, benar-benar sesuatu yang sangat disayangkan pria berusia 71 tahun tersebut.
Pernah pada suatu waktu, para fotografer berkumpul hanya untuk menunggu seperti apa gaya rambut baru Beckham. Si pemain, yang ingin membuat kejutan, terus menyembunyikannya sepanjang latihan dengan topi kupluk --dan Sir Alex mengakui ini adalah hal tidak penting yang membuatnya kesal. Padahal, ketika itu Beckham tidak membuat gaya potongan rambut macam-macam. Dia hanya mencukur rambutnya hingga kepalanya botak saja.
Di antara banyak bab dalam buku tersebut, Sir Alex juga mengungkapkan kekesalannya terhadap FA yang disebutnya tidak segan-segan menghukum pemain United hanya untuk mencari popularitas belaka. Dia juga mengungkapkan bagaimana FA datang kepadanya dua kali dan memintanya untuk menjadi manajer timnas Inggris. Sir Alex, yang fanatik Skotlandia, mengaku tidak butuh waktu lama untuk menolaknya.
"Padahal saya punya kesempatan untuk menghancurkan Inggris," katanya berseloroh.
